Target Serap Gabah Petani Terealisasi, Mentan Optimis Ekspor ke Negara Lain
By Admin
Foto: Dokumentasi Kementan
nusakini.com - Jika target serap gabah sebanyak 4 juta ton bisa terealisasi dalam tempo 3 bulan ini sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo, demi ketahanan pangan, dan kebutuhan dalam negeri telah tercukupi, maka Indonesia bisa ekspor beras ke negara lain.
Hal itu diutarakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya dari Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (9/3/2017).
"Kita ditargetkan menghasilkan empat juta ton beras. Mudah-mudahan juga bisa mulai mengekspor. Oleh karenanya, kita bersama - sama banjiri gudang Bulog. Ini perintah Bapak Presiden. Tapi juga jangan sampai harga gabah atau beras di tingkat petani dibeli murah. Saya harap, Bulog menyerap gabah kering petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp 3.700 per kilogram," ujar Mentan Amran di sela-sela acara panen raya padi dan serap gabah yang diikuti seluruh petani se-Kabupaten Kebumen di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Mentan menambahkan, untuk mewujudkan penyerapan beras 4 juta ton ini akan sulit dilakukan tanpa kerjasama semua pihak dan menghilangkan ego sektoral. Selain itu, upaya menyerap gabah petani, harus dilandasi dengan semangat untuk kesejahteraan petani. “Mari kita sama-sama bekerja keras merealisasikan cita-cita menjadi bangsa yang kuat dalam ketahanan pangan. Kita serap beras empat juta ton beras tahun ini dan Indonesia bisa ekspor beras ke luar negeri,” pintanya.
Meski merasa sedih karena masih ada gabah yang dibeli di bawah harga HPP, Mentan Amran mengaku merasa senang hasil panen tahun ini secara keseluruhan di tanah air meningkat, sehingga Indonesia tidak impor beras bahkan bisa melakukan ekspor ke negara lain.
Mentan juga menegaskan, pemerintah akan terus berusaha menjaga harga gabah tetap stabil dan tidak akan membiarkan para petani rugi. Bahkan pemerintah juga melindungi petani dengan mengeluarkan program asuransi pertanian dengan nilai ganti rugi Rp 6 juta per hektar.
“Harga anjlok, dibeli Bulog dengan harga HPP. TNI dan penyuluh pertanian akan mengawal petani agar hasil panennya terbeli dalam keadaan apapun. Dengan adanya asuransi petani juga mendapat jaminan kepastian penggantian biaya produksi, apabila terjadi gagal panen. Selama ini jika terjadi kegagalan panen yang menanggung kerugian adalah petani,” pungkas Mentan Amran.
Di acara panen raya ini, Mentan Amran juga memberikan bantuan 10 pompa air untuk Kabupaten Kebumen. Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi Mentan terhadap Kebumen yang telah mrmbangun 10 embung yang sangat membantu petani.
Turut hadir dalam acara ini Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad; Dir. SDM Bulog Pusat Wahyu Suparyono; Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setywan; Brigjen TNI Sudarto, Kepala Tim Sergap dari Mabesad; Kolonel Arm Dedi K, Tim Sergap dari Mabesad; Kolonel Cpl Jimmy Ginting, Tim Sergap dari Mabesad; Anggota Komisi lV DPR RI Darori, dan Sam Herodian, Tim Pakar Upsus. (p/mk)